Training Creative Problem Solving
INTRODUCTION
Kemampuan pemecahan masalah (problem solving) menjadi salah satu keahlian yang paling penting dan akan terus digunakan dalam keseharian manusia. Permasalahan baik besar maupun kecil selalu hadir dan harus segera diselesaikan tanpa ditunda lebih lama agar tidak menjadi unfinished bussiness yang merugikan di masa mendatang. Meskipun terlihat sederhana, namun pemecahan masalah melibatkan banyak faktor baik personal, interpersonal maupun lingkungan sekitar. Selain itu, banyak aspek aspek psikologis yang juga terlibat mulai dari, aspek kognitif, afektif sampai juga psikomotor disamping karakter-karakter psikologi khusus yang dibutuhkan seperti keberanian, pengambilan resiko (risk taking) dan juga berfikir stratejik. Di samping hal-hal di atas, kreatifitas juga diperlukan dalam proses pemecahan masalah. Kreatifitas akan membuka banyak jalan yang bisa menjadi peluang baru bagi penyelesaian suatu masalah. Kreatifitas akan melahirkan cara out of the box dengan tetap mempertimbangkan konsekuensi dari pengambilan keputusan yang dibuat.
PROGRAM OBJECTIVES
- Setelah mengikuti training Creative Problem Solving ini diharapkan peserta dapat :
- Peserta pelatihan mampu mengenali, menguasai dan mengembangkan metode-metode pemecahan masalah yang tepat
- Peserta pelatihan mampu memahami pentingnya rencana dan persiapan dalam pemecahan masalah sehingga kualitas keputusan yang diambil dapat dipertahankan
- Peserta pelatihan mampu memahami teknik pemecahan masalah yang efektif dan efisien sesuai dengan situasi yang dihadapi
WHO SHOULD ATTEND?
- Semua pihak yang membutuhkan pengetahuan seputar pengetahuan Creative Problem Solving
PROGRAM OUTLINE
- Defenisi berpikir Analitis, Sistematis, Kreatif, Rasional dan Pragmatis
- Pengertian ‘problem and situation’
- Memilah – milah masalah menurut urgensinya & menentukan prioritas
- Faktor – faktor penghambat kreativitas
- Tahap-tahap pemecahan masalah
- Beragam model yang bisa digunakan dalam proses pemecahan masalah
- Kreatifitas dalam pemecahan masalah
- Mencari berbagai alternatif penyelesaian masalah
- Mengevaluasi alternatif penyelesaian masalah
- Pemilihan alternatif yang terbaik
- Mengenali resiko setiap alternatif & keberanian mengambil resiko
- Tipe-tipe keputusan (keputusan terpogram, tidak terpogram, dengan kepastian, resiko & ketidakpastian)
- Penerapan & pelaksanaan solusi
- Evaluasi dan monitoring efektifitas keputusan
- Case study dengan menggunakan fishbone dan SWOT analysis
